you're reading...
Kamus : S

SEL (komunikasi mobile)


SEL dalam terminologi komunikasi mobile adalah satuan wilayah cakupan (coverage area) terkecil dari suatu sistem komunikasi mobile. Sebuah sel dapat berbentuk lingkaran, segi empat, segi enam (hexagonal), atapun bentuk – bentuk lainnya. Gambar di bawah ini menunujkkan contoh beberapa bentuk sel.

Bila berbentuk lingkaran, maka antena transceivernya ialah antena non-sektoral (tanpa pensektoran atau disebut juga pensektoran 360′) yang diletakan di pusat sel. Karena digunakan antena non-sektoral, maka bentuk propagasi sinyal yg dipancarkan akan membentuk lingkaran yang diameternya tergantung dengan kuat sinyal yang dipancarkan. Sel berbentuk lingkaran ini mempunyai beberapa kekurangan, antara lain :

  • Selalu ada daerah yang dicover oleh dua buah sel yang berbeda (overlap coverage) sehingga dinilai sebagai pemborosan dan dapat juga menimbulkan interferensi.
  • Akan ada daerah yang tidak ter-cover oleh sel manapun (blank spot), sehingga user yang berada pada daerah ini tidak akan dapat melakukan komunikasi. Sebenarnya blank spot ini dapat dihilangkan dengan cara memperbesar diameter masing-masing sel yang berdekatan/bertetangga, tapi hal ini akan mengakibatkan makin besarnya daerah overlap.
  • Sel berbentuk lingkaran ini banyak digunaka pada era 1G (Generasi Pertama) komunikasi mobile. Karena pada saat itu jumlah user tidak terlalu banyak dan kepadatannya rendah, sehingga untuk penghematan digunakan antena yang dapat menjangkau area yang luas (penggunaan transceiver station lebih sedikit). Dari gambar di atas terlihat bahwa, untuk membentuk 4 buah sel, sel yang berbentuk lingkaran hanya membutuhkan 4 buah transceiver station, bandingkan dengan sel yang berbentuk persegi empat ataupun persegi enam.

Pada saat ini banyak digunakan sel yang berbetuk segi enam (hexagonal). Sel hexagonal dinilai lebih efektif karena sebuah hexagonal dibentuk oleh 6 buah segitiga sama sisi. Sehingga jarak sisi-sisinya dan jarak jari-jari selnya akan sama panjang, sehingga masalah blank spot dan overlap coverage dapat dihindari. Sebuah sel hexagonal dapat dibentuk dengan menggunakan 6 buah tranceiver yang menggunaka antena dengan 6 pensektoran, dimana masing-masing sektor sebesar 120′ (akan membentuk dareah pancaran sinyal sebesar 120′).

Discussion

One Response to “SEL (komunikasi mobile)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers